LIMA BELAS
Kemudian terdiamku dalam keramaian
Melihat sekitarku yang menancapkan panah keharuan
Satu persatu tetesan kristal bening jatub melalui mataku
Hanya karena kau terfokus melihatmu
Lemas dan tak berdaya
Dibalik bayanganmu dan angka lima belas
Karena senyummu aku bangkit dari keharuan
Dan mengucap do’a apa yang ada dihadapanku
Dari jutaan senyum dan tawa
Hanya senyummu yang aku ingat
Seakan ingin rasa ku hentikan waktu
Kutatap senyummu hingga kuterlarut dalam canda
Tak rela jika usai secepat ini
Karena aku ingin melihatmu dalam keadaan seperti ini selamanya
Hanya detakan jantungku yang kurasa, tanpa detikkan jam
Hanya senyummu yang kulihat, tanpa usai
semua ini...
karena kamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar